Minggu, 18 November 2012

tabr dusat sok sokan rasul oleh mohamad

MENGUAK TABIR DUSTA KERASULAN DAN KEWAHYUAN MOHAMAD/MAD SAWETE

oleh Marco Balian pada 20 April 2012 pukul 1:46 ·
Kerasulan Nabi Muhammad SAW

Muhammad dilahirkan di tengah-tengah masyarakat terbelakang yang senang dengan kekerasan dan pertempuran dan menjelang usianya yang ke-40, ia sering menyendiri ke Gua Hira’ sebuah gua bukit sekitar 6 km sebelah timur kota Mekkah, yang kemudian dikenali sebagai Jabal An Nur. Ia bisa berhari-hari bertafakur dan beribadah disana dan sikapnya itu dianggap sangat bertentangan dengan kebudayaan Arab pada zaman tersebut dan di sinilah ia sering berpikir dengan mendalam, memohon kepada Allah supaya memusnahkan kekafiran dan kebodohan.

Pada suatu malam sekitar tanggal 17 Ramadhan/ 6 Agustus 611, ketika Muhammad sedang bertafakur di Gua Hira’, Malaikat Jibril mendatanginya. Jibril membangkitkannya dan menyampaikan wahyu Allah di telinganya. Ia diminta membaca. Ia menjawab, “Saya tidak bisa membaca”. Jibril mengulangi tiga kali meminta agar Muhammad membaca, tetapi jawabannya tetap sama. Akhirnya, Jibril berkata:

“Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dengan nama Tuhanmu yang Maha Pemurah, yang mengajar manusia dengan perantaraan (menulis, membaca). Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (Al-Alaq 96: 1-5)

Ini merupakan wahyu pertama yang diterima oleh Muhammad. Ketika itu ia berusia 40 tahun 6 bulan 8 hari menurut perhitungan tahun kamariah (penanggalan berdasarkan bulan), atau 39 tahun 3 bulan 8 hari menurut perhitungan tahun syamsiah (penanggalan berdasarkan matahari). Setelah pengalaman luar biasa di Gua Hira tersebut, dengan rasa ketakutan dan cemas Muhammad pulang ke rumah dan berseru pada Khadijah untuk menyelimutinya, karena ia merasakan suhu tubuhnya panas dan dingin secara bergantian. Setelah hal itu lewat, ia menceritakan pengalamannya kepada sang istri.

Untuk lebih menenangkan hati suaminya, Khadijah mengajak Muhammad mendatangi saudara sepupunya, yaitu Waraqah bin Naufal, yang banyak mengetahui nubuat tentang nabi terakhir dari kitab-kitab suci Kristen dan Yahudi. Mendengar cerita yang dialami Muhammad, Waraqah pun berkata, bahwa ia telah dipilih oleh Tuhan menjadi seorang nabi. Kemudian Waraqah menyebutkan bahwa An-Nâmûs al-Akbar (Malaikat Jibril) telah datang kepadanya, kaumnya akan mengatakan bahwa ia seorang penipu, mereka akan memusuhi dan melawannya.

====================================JAWAB 1
Rosulullah bersabda: "Wahai seluruh manusia, sesungguhnya telah aku tinggalkan untuk kalian dua warisan berharga, yang apabila kalian berpegang kepada keduanya niscaya kalian tidak akan tersesat, yaitu kitabullah dan 'itrah, ahlulbaytku." (HR Tirmidzi)

Rosulullah bersabda: "Aku merasa utusan Tuhanku (malaikat Israil) akan segera datang. Akupun segera menjawabnya. Sesungguhnya telah aku tinggalkan untuk kalian dua buah peninggalan agung (tsaqalayn). Yang pertama kitabullah, di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya. Kemudian ahli baitku. Aku ingatkan kalian pada ahli baitku." (HR Muslim)

Para ahli hadits klasik maupun modern telah men-tashhih kedua hadits di atas. Di antara ahli hadits klasik adalah Muslim dalam kitabnya "Shahih", Tirmidzi dalam kitabnya "Sunan", al Hakim dalam kitab "Al Mustradrak", dan imam Ahmad dalam kitab "Musnad". Nama mereka semua adalah jaminan kevaliditasan sebuah hadits. Bahkan ummat Islam Sunni secara umum menganggap kitab "Shahih" Muslim dan Bukhari sebagai kitab paling valid setelah Al Qur'an.


jelas dan gamblang mohamadlah si pembuat dan pencipta korokan >>>>>ADAKAH SESEORANG MEMBERIKAN WARISAN KEPADA ANAKNYA ATAU TEMENYA BARANAG ATAU SESUATU YANG BUKAN MILIKNYA??????????????????????????????????????????????????????????????Jika mau obyektif, hadits tsaqalain adalah hadits yang mutawatir (hadits dengan derajat kevaliditasan tertinggi) karena telah diriwayatkan oleh banyak sahabat dan diturunkan oleh para tabi'in dan generasi-generasi setelahnya. Hanya orang-orang yang mempunyai penyakit di hatinya kepada ahlul bait lah yang berani menolak kebenaran hadits tersebut. Adapun masyarakat umum Sunni, termasuk di Indonesia, hanya ikut-ikutan saja —ISLAM DAN MOHAMAD YANG MALANG AIB DITUTUPI MALAH DI OBRAL SENDIRI
.JAWAB>2

  • Kenabian
    Muhammad (Dalam syariat Islam dikatakan bahwa Muhammad adalah sebagai
    Khataman Nabiyyin atau Penutup Para Nabi. Dalam Al-Qur'an telah
    dijelaskan pada Surah Al-Ahzab ayat 40 menyatakan: "Muhammad itu
    sekali-kali bukanlah Bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi
    dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha
    Mengetahui segala sesuatu" ← Itu pun adalah kata Al-Qur'an yang adalah KARANGAN MUHAMMAD sendiri!


    Silahkan
    di simak(Lihat
    http://aslibumiayu.wordpress.com/2011/09/11/penulisan-al-qur%E2%80%99an-dan-pengumpulanya-kata-siapa-di-jaman-rasulullah-alquran-tidak-ditulis/)
    Ok next lest go!

    Apakah benar bagian akhir dari Sura 6:106 adalah ucapan Allah, “Dan aku sekali-kali bukanlah pemelihara“? Bukankah ini jelas ucapan Muhammad seperti telah diakui dengan memasukkan namanya dalam tanda kurung?

    Bagaimana dengan Sura 6:114, “Maka patutkah aku mencari hakim selain daripada Allah, padahal Dialah yang menurunkan kitab[…]” Bukankah ini ucapan Muhammad dan bukan ucapan Allah?


    Apakah
    bukan ucapan Muhammad dalam Sura 17:1 yang berbunyi, “Maha Suci Allah,
    yang telah memperjalankan hambaNya pada suatu malam hari dari Al
    Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha[…]”?

    Siapakah “Aku“ dalam Sura 27:91?
    Tidakkah
    ini jelas bukan Allah tetapi seorang manusia? Bagaimana Allah dapat
    berkata, “Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini yang
    telah menjadikannya suci dan kepunyaanNyalah segala sesuatu, dan aku
    diperintahkan supaya termasuk orang-orang yang berserah diri”?

    Apakah sungguh Allah bersumpah demi hari kiamat dan dengan jiwa yang amat menyesal (Sura 75: 1-2)? Bukankah ini ucapan manusia?

    Apakah sungguh Allah bersumpah demi bintang-bintang dan demi malam dan demi subuh (Sura 81:15-18)? Bukankah ini ucapan manusia?

    Kurang puas dengan bukti diatas? ini bukti lainnya lagi ^___^

    Zayd bin Thabit

    Sebuah kisah lain diceritakan oleh Zayd, salah seorang dari para penulis wahyu Muhammad (Al Qur’an). Ia mengatakan:


    “Muhammad
    menghampiriku lalu berkata, tulislah apa yang telah diturunkan
    kepadaku, ‘Mereka yang hanya duduk diam di dalam iman tidak dapat
    disamakan dengan mereka yang bertempur di jalan Allah.’ Di antara mereka
    pada saat itu, ketika ia sedang mendiktekannya kepadaku, ada Ibn Umm
    Kulthum, seorang tuna netra. Ia berkata kepada Utusan Allah, ‘Tetapi aku
    buta.’


    Lalu Muhammad berkata kepada Zayd, ‘Tambahkan pada ayat itu, kecuali mereka yang cacat.’”
    (Lihat Al-Baydawi, hal 123; Al-Kashaf oleh Al-Zamkhasri, Vol. I, hal
    53; Al-Ittiqan oleh Al-Suyuti, hal 98; Sahih Al-Mustanad, hal 53; dan
    The Causes of the Revelation oleh Al-Wahidi, hal 98)

    Perhatikan kata2 "Tambahkan pada ayat itu, kecuali mereka yang cacat"


    Apakah
    itu merupakan pewahyuan yang turun dari surga atau nasihat spontan dari
    manusia? Saya serahkan kepada Anda untuk memutuskannya.


    *[Masalahnya,
    hanya Muhammad seorang yang menyaksikan perkataannya sendiri sebagai
    wahyu! Dan itu dengan mengatas-namakan “Jibril”plus “Allah” yang
    kedua-duanya hanya diklaim. Sementara pewahyuan nabi-nabi sebelumnya
    hanya berurusan langsung dengan Tuhan sendiri (tanpa Jibril), kenapa
    Muhammad hanya berurusan dengan “Jibril” tanpa Allah? Maka dalam contoh
    diatas, tampak sekali klaim demikian mudah nyasar dari sumber
    tertingginya.]
    ---
    Abd Allah bin Sa’d


    Seorang
    penulis lain yang dipakai Muhammad adalah Abd Allah bin Sa’d. Ia
    kemudian meninggalkan nabi karena ia menemukan kenyataan bahwa tidak ada
    pewahyuan dan tidak ada “jibril.” Ia bersaksi demikian: “Muhammad
    sebelumnya selalu berkata kepadaku untuk menulis pada setiap akhir
    bagian: ‘Allah adalah penyayang dan adil’. Tetapi aku menulisnya dengan
    ‘pengampun dan penuh belas kasihan.’ Lalu Muhammad menjawab, ‘Itu sama saja.’”


    Akibatnya
    Sa’d telah pun meninggalkan Islam. Ia melarikan diri karena Muhammad
    mengancam akan membunuhnya setelah ia diberitahukan apa yang dikatakan
    oleh bin Sa’d: “Jika Allah menurunkan wahyu kepada Muhammad, Ia tentu
    juga akan menurunkannya kepadaku. Ketika Muhammad berkata, ‘Allah
    mendengar dan mengetahui segalanya,’ aku menulis, ‘Allah maha mengetahui
    dan adil.’ Jawabannya seperti biasa adalah, ‘bin Sa’d, tulislah apapun
    yang kau kehendaki.’ (Lihat The Causes of Descendancy oleh Al-Suyuti,
    hal 12&121)


    Menanggapi tuduhan Sa’d, ayat berikut ini
    kemudian diturunkan kepada Muhammad, Al-An’am 6:93: “Dan siapakah yang
    lebih zalim dari orang yang membuat kedustaan terhadap Allah atau yang
    berkata, “Telah diwahyukan kepadaku,” padahal tidak ada diwahyukan
    sesuatu pun kepadanya, dan orang yang berkata, “Aku akan menurunkan
    seperti apa yang diturunkan Allah.”


    Seperti biasa,
    “jibril” selalu siap dengan sebuah ayat untuk membenarkan pemlintiran
    fakta dari Muhammad, ketika ia menumpahkan darah bin Sa’d yang hendak
    membuktikan kepalsuan nabi.


    *[Tentu para pembaca dapat
    merasakan bahwa bin Sa’d – sebagai penulis wahyu bagi tuannya – tahu
    persis resiko apa yang bisa dijatuhkan kepadanya bila ia sesumbar
    menyaingi tuannya sebagai penerima wahyu pula. Tetapi karena itu bukan
    sesumbar bualan – melainkan fakta yang sebenarnya – maka ia kehilangan
    respek terhadap tuannya, tidak tahan menghadapi kepalsuan, dan barakhir
    nekad melontarkan fakta kebenarannya dengan resiko yang harus
    ditanggungnya!]

    Terakhir diperkuat oleh pengakuan Muhammad sendiri!

    Al-Tabari 6:11
    muhammad,"SAYA TELAH MENGARANG hal-hal yg melawan Allah dan telah diperhitungkan untuk KATA-KATA NYA YANG DIA TIDAK BERBICARA"

    SO TERBUKTI SUDAH BAHWA AL-QURAN ADALAH KARANGAN MUHAMMAD! @ALL MUSLIMERS: TERIMALAH KENYATAAN PAHIT INI!
  •  
===========JAWAB FINAL
SEMUA ISLAM SETUJU MOHAMAD BUTA HURUF,,,

itu cuma tipuan buat menyamarkan bahwa koran itu bukan hasil karya si moha swt,,,alias mohamad

BUKTI>>>1
SUNAN ABU DAWUUD 19:30217
diriwyatkan amir ibn sahr,rasul...ulah menulis dokumen bagi dumaran


BUKTI>>2

SUNAN ABU DAWUUD 19:2993
yasid ibn abdhulah yg meriwayatkan.kami berada di mirbad ,datanglah sorang dengan rambut terurai dan memegang selembar kulit merah di tanganya kemudian kami tanya,siapakah yang menulis dokumen ini untukmu?DIA MENJAWAB RASUL,,,ULAH

BUKTI >>3
SAHIH BHUKHARI 3:65

anas bin malik,,ketika nabi menulis suatu surat,atau memiliki ide dalam penulisan sebuah surat diberi tahukan mereka bahwa para penguasa tidak akan membaca surat tersebut kecuali dalam keadaan tersegel,



BUKTI>>4
SAHIH BUKHARI 3:114
ibn abas mengatakan,pada saat penyakit rasul ulah semakin parah,,dia mengatakan,BAWAKAN SAYA KERTAS DAN SAYA AKAN MENULIS PERNYATAAN SEHINGGA KAMU TIDAK AKAN LENGAH
______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
LLLLLLLOOOHHHH------KATANYA BUTA HURUF TAPI KOK MAMPU NULISSSSSSS>>>>

beerrrrrr..rrrr....DINGIN--COYYYYY

Tidak ada komentar:

Posting Komentar